Wilayah Chugoku : Kombinasi Tempat Bersejarah dan Keindahan Alam
Chugoku adalah wilayah yang kaya akan budaya, sejarah, dan keindahan alam, sekaligus menjadi pusat industri dan inovasi. Dengan kombinasi situs bersejarah, keindahan alam, dan kemajuan teknologi, wilayah ini menawarkan pengalaman yang lengkap dan beragam bagi wisatawan maupun pelaku bisnis.
CONTENTS
Petualangan di Wilayah Chugoku
Tottori
Prefektur ini dikenal karena kekayaan alamnya, termasuk Bukit Pasir Tottori yang megah dan garis pantai Laut Jepang yang indah. Tottori menawarkan sumber air panas yang melimpah, makanan laut segar, dan hasil bumi pegunungan, yang memungkinkan wisatawan menikmati pesonanya di keempat musim.

Alasan Bukit Pasir Tottori menjadi salah satu identitas Prefektur Tottori adalah karena Bukit pasir ini terbentuk selama ribuan tahun akibat erosi batuan granit dari Pegunungan Chugoku oleh Sungai Sendai, yang kemudian terbawa ke laut dan diendapkan kembali di pantai oleh arus dan angin dan membentang sekitar 16 km di sepanjang pantai Laut Jepang. Pemandangan bukit pasir yang luas dan berombak menyerupai gurun pasir yang luas sehingga pemandangan matahari terbit dan terbenam menjadi daya tarik bukit ini.

Ada pun aktivitas yang bisa kamu lakukan selama berwisata di Bukit Pasir Tottori yaitu naik unta di atas bukit pasir, yang memberikan pengalaman seolah berada di padang pasir sungguhan. Bagi penggemar olahraga ekstrem, kamu bisa mencoba Sandboarding dengan menyusuri bukit pasir dengan papan seluncur yang bisa memacu adrenalin atau menikmati pemandangan bukit pasir dari ketinggian dengan paralayang. Selain itu, terdapat juga Museum Pasir yang menampilkan patung pasir yang dibuat oleh seniman dari seluruh dunia.


Sumber gambar : JNTO
Berikutnya aktivitas di Gunung Daisen dengan pemandangan Tottori yang hampir bisa dilihat secara keseluruhan dari puncak. Gunung Daisen adalah gunung tertinggi di wilayah Chugoku. Gunung ini dianggap sebagai salah satu gunung suci di Jepang dan menawarkan pemandangan alam yang indah sepanjang tahun. Pada musim dingin, Gunung Daisen juga menjadi salah satu area ski terbesar di Jepang barat. Sedangkan di musim panas dan musim gugur, gunung ini menawarkan jalur hiking yang indah dengan berbagai tingkat kesulitan.

Prefektur Tottori juga terkenal dengan makanan laut dan juga buah pir yang bernama Pir Nijisseiki yaitu varietas pir Asia yang terkenal dengan kulitnya yang hijau kekuningan dan dagingnya yang renyah, berair, dan manis, dagingnya sangat renyah dan berair, sehingga memberikan sensasi segar saat dimakan. Pir ini biasanya dipanen pada akhir musim panas hingga awal musim gugur dan telah diekspor ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Kanada.

Tidak hanya buah pirnya saja yang enak, tapi Tottori punya makanan laut segar yang disajikan seperti Kepiting Matsuba yaitu Kepiting salju jantan yang terkenal dan merupakan hidangan musim dingin yang sangat dihargai dan dagingnya terasa manis juga bertekstur lembut. Kemudian, Cumi-Cumi Putih dengan tekstur lembut dan rasa manis. Biasanya disajikan sebagai sashimi. Berikutnya, yaitu Iwagaki atau tiram batu yang besar dan lezat, biasanya dinikmati selama musim panas. Dan, satu lagi Tottori Wagyu yang berkembang pesat dan diekspor ke beberapa negara. Daging sapi ini terkenal karena kelembutannya , rasa yang kaya, dan kandungan asam oleat yang tinggi.
Prefektur Tottori memiliki dua bandara yang melayani penerbangan domestik dan internasional yaitu Tottori Sakyu Conan Airport (TTJ) atau dikenal juga dengan Bandara Conan karena terinspirasi dari manga Detektif Conan karya Gosho Aoyama yang berasal dari daerah ini, dan letaknya pun lebih dekat dengan pantai pasir. Kemudian, bandara yang kedua adalah Yonago Kitaro Airport yang mana cocok bagi yang ingin menjelajahi daerah pegunungan dan kebudayaan manga Kitaro. Bandara ini juga terkenal karena tema manga Gegege no Kitaro.
Shimane

Prefektur Shimane memiliki sejarah yang sangat kaya, bahkan disebut sebagai tempat asal mula Jepang berdasarkan catatan dalam “Kojiki,” kitab tertua Jepang. Di sini terdapat Izumo Taisha, salah satu kuil Shinto tertua dan terpenting yang dipercaya sebagai tempat berkumpulnya para dewa dari seluruh Jepang, khususnya pada bulan Oktober.

Prefektur Shimane terkenal dengan pantai-pantainya yang menakjubkan, seperti kawasan Kuniga Coast di Oki Islands, yang menawarkan tebing spektakuler dan pemandangan laut yang memukau. Daerah ini juga memiliki pegunungan dan taman yang indah, serta sumber air panas alami yang terkenal. Sepanjang Kuniga Coast terdapat serangkaian gua yang terbentuk akibat erosi. Beberapa gua bisa dijelajahi dengan perahu wisata, memungkinkan pengunjung untuk mengagumi formasi batuan yang unik dari dekat. Area ini juga menyediakan jalur hiking yang memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi tebing, formasi batuan, dan padang rumput hijau di atas tebing.


Selain Kuniga Coast, Prefektur Shimane memiliki daya tarik di wisata alam lainnya seperti Yuushien, yaitu taman botani Jepang yang terkenal dengan koleksi peony yang luas dan indah. Pada musim semi, sekitar 30.000 bunga peony memenuhi kolam, menciptakan pemandangan yang memukau. Selain peony, taman ini juga menampilkan berbagai bunga musiman lainnya, seperti hydrangea di musim panas dan dedaunan musim gugur di musim gugur. Taman ini dirancang sebagai taman bergaya jalan-jalan di sekitar kolam, menampilkan lanskap dan mitologi daerah Izumo.


Kemudian, terdapat museum seni di prefektur ini yaitu Museum Seni Adachi yang terkenal karena menggabungkan koleksi seni Jepang modern dengan taman Jepang yang indah. Koleksi ini mencakup lukisan, kaligrafi, keramik, dan barang seni lainnya dari berbagai periode sejarah Jepang. Daya tarik lainnya dari Museum Adachi adalah kebun taman yang indah yang dikelilingi oleh pegunungan dan hutan. Taman ini dirancang dengan cermat untuk menciptakan pemandangan alam yang dramatis dan harmonis yang melengkapi karya seni yang dipamerkan di dalam museum. Kebun ini meliputi berbagai jenis taman Jepang, seperti taman lanskap kering, taman lumut, taman kolam, dan taman pasir putih dan pinus. Museum Seni Adachi adalah tempat yang ideal bagi para penggemar seni yang ingin menikmati koleksi seni yang indah sambil menikmati keindahan alam Jepang.


Sumber gambar : Shimane Japan
Kawasan bersejarah berikutnya adalah Tonomachi yang dikenal sebagai salah satu kawasan paling ikonik dan terawat di kota Tsuwano, yang sering disebut sebagai “Little Kyoto” karena suasana tradisionalnya yang kental dan keindahan arsitektur zaman Edo. Dengan jalanan yang dipenuhi bangunan berarsitektur kayu dan tembok putih yang khas, ditambah lagi jalan ini dilalui oleh kanal yang dipenuhi ikan koi berwarna-warni, menambah keindahan visual dan suasana tenang. Selain arsitektur sejarahnya yang khas, di kawasan ini terdapat berbagai bangunan bersejarah seperti sisa-sisa rumah samurai, sekolah domain lama (Yorokan), dan gerbang takokaro yang menjadi peninggalan zaman feodal. Selain itu, ada juga kuil dan gereja tua, termasuk Tsuwano Catholic Church yang bergaya gothic dan terkenal dengan kaca patri-nya yang indah.
Ketika berada di Tonomachi, kamu bisa mendatangi toko-toko kerajinan, kedai kopi, dan restoran yang menyajikan makanan khas Tsuwano, seperti genji-maki dan tsuwano-yaki ice cream. Banyak juga acara budaya dan festival, seperti festival kuda berbusur Yabusame dan festival bunga iris yang bisa kamu saksikan disini. Ada pun museum dan galeri seni Museum Anno Mitsumasa yang menampilkan karya ilustrator terkenal dari Tsuwano, serta galeri dan toko yang menjual kerajinan tangan lokal.

Berikutnya, kuliner yang paling populer di Prefektur Shimane adalah Izumo Soba. Soba ini tidak seperti soba biasa, kulit biji soba tetap utuh selama proses penggilingan, memberikan warna yang lebih gelap dan nilai gizi yang lebih tinggi. Biasanya disajikan dingin (wari go) atau panas (kamaage). Atau kamu bisa pilih Shimane Wagyu, hidangan yang terkenal karena warna segar, tekstur marmer yang halus, dan rasa umami yang kaya. Sapi jenis Japanese Black ini telah memenangkan banyak penghargaan atas kualitasnya yang unggul. Sementara ragam hidangan lainnya ada Shijimi-jiru, Akaten, Genji Maki, Unagi Tofu, dan Bote Bote Cha.
Terdapat beberapa bandara yang melayani penerbangan domestik di prefektur Shimane, seperti Izumi Enmusubi Airport (IZO), kemudian Iwami Airport (IWJ), dan Oki Global Geopark Airport (OKI).
Okayama
Prefektur Okayama dikenal sebagai prefektur dengan curah hujan terendah di seluruh Jepang, sehingga sering disebut sebagai negeri yang selalu cerah (hare no kuni) dan memiliki iklim yang sejuk sepanjang tahun sehingga cocok untuk pertanian dan pariwisata, maka dari itu, sebutan lain dari Okayama adalah kerajaan buah karena buah-buahan lokalnya yang tumbuh di tanah yang bermandikan sinar matahari, menawarkan rasa, aroma, dan rasa manis yang tak tertandingi. Beberapa buah utama yang terkenal dari kawasan ini meliputi persik, anggur, dan stroberi, yang semuanya memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri.


Sumber gambar : Explore Okayama
Persik dari Okayama memiliki kulit yang pekat dan aroma yang kuat, dan buahnya yang matang biasanya lembut saat disentuh dan memiliki warna kulit yang cerah. Buah anggur dari Okayama terkenal karena kandungan antioksidan seperti antosianin dan vitamin B yang bermanfaat untuk kesehatan. Dan buah stroberinya pun, khususnya varietas Mimasaka, terkenal karena rasa manis dan tekstur yang lembut. Buah stroberi tersebut ditanam di Mimasaka Farm, disini kamu bisa mencoba memetik langsung buah stroberi, menikmati stroberi sepuasnya selama 90 menit, serta membeli produk olahan seperti pudding dan daifuku stroberi sebagai oleh-oleh.


Sumber gambar : Explore Okayama
Selain kebun buah, Prefektur Okayama memiliki Taman Kōraku-en yang merupakan salah satu dari Tiga Taman Besar Jepang. Taman ini mencakup kolam besar, bukit buatan, rumah teh, dan aliran air yang terhubung oleh jalan setapak dan saluran air, memungkinkan para wisatawan untuk melihat pemandangan yang berubah dari berbagai sudut. Dan, bangunan yang dianggap paling penting di Koraku-en adalah En’yo-tei, digunakan sebagai tempat untuk menerima daimyo setiap kali dia meninggalkan rumahnya di benteng kastil untuk mengunjungi taman. Kōraku-en juga memiliki kebun plum, kebun teh, sawah, dan berbagai bangunan bersejarah lainnya. Dan yang paling menarik terdapat area-area yang dipenuhi dengan bunga-bunga seperti berbagai jenis teratai India, bunga putih ittenshikai, bunga iris putih dan ungu.


Sumber gambar : Explore Okayama
Fakta lain tentang Prefektur Okayama yaitu dikenal sebagai tempat kelahiran denim Jepang dan produsen denim Jepang terbesar di dunia khususnya di kota Kurashiki, distrik Kojima. Denim Okayama terkenal dengan teknik pewarnaan indigo tradisional yang menghasilkan warna biru yang unik. Benang denim dicelup dengan indigo, tetapi bagian tengahnya dibiarkan putih, sehingga menghasilkan perubahan warna yang indah saat jeans dipakai dan warna indigo memudar (disebut “shin paku”). Kojima dan Ibara adalah rumah bagi banyak merek yang memproduksi jeans orisinil yang menggabungkan tradisi dan inovasi. Ada pula merek Momotaro jeans yang terkenal dengan penggunaan kapas Zimbabwe berkualitas tinggi dan ditenun dengan alat tenun kuno untuk kain berat.

Ngomong-ngomong soal Momotaro di Okayama bukan berarti hanya soal denim, melainkan tempat kelahiran legenda Momotaro. Legenda ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang lahir dari buah persik raksasa dan kemudian pergi mengalahkan para iblis di Pulau Onigashima. Momotaro dicintai sebagai simbol keberanian, kebaikan, dan persatuan. Kisahnya telah digunakan sebagai alat propaganda selama masa perang, tetapi tetap menjadi cerita rakyat yang populer dan dicintai di Jepang. Patung Momotaro dan teman-temannya dapat ditemukan di depan Stasiun Okayama dan di sepanjang Jalan Momotaro.


Sumber gambar : Explore Okayama
Ada pula Okayama Momotaro Festival yang diadakan setiap musim panas di Kota Okayama dan merupakan salah satu perayaan budaya yang paling meriah dan populer dan terinspirasi oleh legenda Momotaro. Selama festival, jalan-jalan dipenuhi dengan penari yang mengenakan riasan wajah yang berani dan terinspirasi oleh iblis yang disebut dura kesho. Pertunjukan berlangsung di seluruh kota, memadukan parade yang energik dengan pertunjukan teater. Festival lainnya yaitu Okayama Street Festival yaitu festival jalanan untuk mengaktifkan kota dengan menampilkan rapper, DJ, penari, skater, dan lainnya. Festival ini bertujuan untuk menyatukan budaya anak muda Okayama dan menampilkan berbagai pertunjukan. Selain dua festival tersebut, masih ada beberapa festival lainnya yang bisa kamu saksikan selama berlibur di Okayama.
Untuk bisa berlibur sampai ke Okayama, disini terdapat bandara Okayama Momotaro Airport atau Okayama Airport sebagai bandara utama yang melayani wilayah Okayama. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan juga internasional ke Seoul, Shanghai, Hong Kong,Taipei, dan Kaohsiung.




Untuk kamu yang ingin mencicipi kuliner khas lokal di prefektur Okayama, kamu punya opsi beragam dari hidangan laut segar, olahan daging, dan buah-buahan. Beberapa makanan yang disarankan adalah Ikan mackerel Spanyol, Tiram Hinase, Barazushi, Tsuyama Hormone Udon, Kibi Dango, Tamano Ontama Meshi, Kusagina Meshi, dan Inoshishi Ramen.
Hiroshima

Hiroshima adalah ibu kota dan kota terbesar di Prefektur Hiroshima. Dengan sejarah yang kaya, pemandangan alam yang indah, dan warisan budaya yang signifikan, Prefektur Hiroshima menawarkan banyak hal untuk kamu jelajahi secara langsung. Beberapa hal yang membuat Prefektur Hiroshima dikenal adalah yang pertama karena sejarah pengeboman atom pada tahun 1945 yang mana ledakannya menghancurkan sebagian besar kota dan menewaskan sekitar 70.000 orang seketika. Dengan sejarah tersebut, dibangunlah beberapa area dengan tujuan untuk mengenang para korban tersebut dan juga mempromosikan perdamaian dunia. Dimulai dari area Monumen dan Taman Perdamaian, disini terdapat artefak, foto, dan kesaksian para korban, Kubah Bom Atom (Genbaku Dome), api perdamaian, dan juga monumen perdamaian anak-anak.


Sumber gambar : Dive! Hiroshima
Bangunan lain yang menjadi simbol kebangkitan kota Hiroshima setelah kehancuran akibat bom atom adalah Kastil Hiroshima. Setelah hancur, menara kastil kemudian dibangun kembali pada tahun 1958 sebagai museum yang menampilkan sejarah Hiroshima menggunakan artefak sejarah asli, replika, dan model. Kastil ini dikelilingi oleh parit yang berfungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan kastil. Di sekitar parit, terutama saat musim semi, pemandangan bunga sakura sangat memukau. Dengan museum yang informatif dan pemandangan yang indah, kastil ini menawarkan wawasan mendalam tentang sejarah dan budaya Jepang. Akses menuju Kastil Hiroshima yaitu hanya dengan berjalan kaki 15 menit dari Halte Trem Kamiyacho-higashi atau Kamiyacho-nishi.


Tempat bersejarah berikutnya ada Pulau Miyajima dengan daya tarik utamanya yaitu Kuil Itsukushima yang terkenal dengan gerbang torii merah besar yang tampak mengapung di laut saat air pasang. pemandangan alamnya juga tidak kalah indah, ditambah ada jalur pendakian dan rusa yang berkeliaran bebas di sekitar pulau yang dianggap sebagai pembawa pesan dewa dalam agama Shinto.

Ketika kamu mampir ke pulau Miyajima, jangan lupa untuk mencicipi kuliner lokal seperti tiram panggang dan Momiji Manju.


Tapi, kalau kamu mencari hidangan lain di Hiroshima, kamu harus coba Okonomiyakinya. Okonomiyaki Hiroshima adalah pancake gurih yang terdiri dari lapisan adonan tipis, kubis, tauge, daging babi, dan mie (yakisoba atau udon). Okonomiyaki ini agak berbeda dengan di Okonomiyaki Osaka yang mana dibuat dengan menumpuk bahan-bahan secara terpisah, sementara Okonomiyaki Osaka dicampur jadi satu adonan. Setelah menikmati hidangan Okonomiyaki Hiroshima, cobalah untuk mampir ke wilayah Saijo untuk mencicipi sake terbaik Hiroshima, terlebih lagi Sake dari Saijo diakui secara nasional dan internasional karena kualitas dan rasanya yang unik.
Sumber gambar : JL-DB
Hiroshima memiliki berbagai festival sepanjang tahun yang tentunya bisa kamu saksikan selama berlibur disana. Festival tersebut diantaranya Yasuno Flower Festival, festival yang menampilkan bunga persik dan forsythia di Taman Hana no Eki Yasuno dan juga terdapat bunga sakura di sekitarnya. Kemudian, Hiroshima Flower Festival, festival ini diadakan di Heiwa Odori (Peace Boulevard) dan di Peace Memorial Park selama tanggal 3-5 Mei, yang menampilkan parade, pertunjukan, dan pameran, Onomichi Akari Matsuri, diadakan pada suatu malam musim gugur setiap bulan Oktober dimana jalan-jalan di Onomichi dihiasi dengan ribuan lilin, dan masih banyak lagi festival lainnya.
Bandara yang terletak di prefektur Hiroshima adalah Hiroshima Airport (HIJ) yang melayani penerbangan domestik dan internasional.
Yamaguchi
Prefektur Yamaguchi dikenal karena sejarahnya yang kaya, pemandangan alam yang indah, dan warisan budayanya yang unik. Yamaguchi memiliki beberapa kota bersejarah, termasuk Hagi, kota kastil yang terawat dengan baik, dan Shimonoseki, kota pelabuhan penting. Prefektur ini juga memiliki beragam lanskap, termasuk gua kapur Akiyoshido, Jembatan Kintai yang indah, dan garis pantai yang indah dengan Kuil Motonosumi.


Gua Akiyoshido adalah gua kapur terpanjang dan salah satu yang paling indah di Jepang yang dihiasi dengan berbagai formasi batu kapur yang menakjubkan, seperti stalaktit, stalagmit, pilar, dan sungai bawah tanah. Para wisatawan bisa menjelajahi gua melalui jalan setapak yang diterangi dengan lampu-lampu yang menyoroti formasi batu kapur, dan juga melihat air terjun abadi yang menambah daya tarik gua ini. Atau mencoba pengalaman mendaki di Dataran Tinggi Akiyoshidai dan mengunjungi museum karst.

Jembatan Kintai adalah jembatan kayu bersejarah yang melintasi Sungai Nishiki sekaligus simbol Kota Iwakuni. Jembatan ini terkenal dengan desainnya yang unik, yang terdiri dari lima lengkungan kayu yang saling berhubungan. Jika kamu berencana berwisata kesini, kamu bisa berjalan melintasi jembatan, mengunjungi museum di dekatnya, atau piknik di tepi sungai, karena kamu bisa melihat pesona yang memukau di setiap musimnya. Di dekat jembatan juga ada Kikko Park yang dulunya lokasi kediaman samurai dan sekarang menjadi tempat populer untuk melihat bunga sakura dan dedaunan musim gugur. Yang semakin membuat jembatan ini menarik adalah kuliner lokal yang berjejer di sekitar jembatan yang menjual es krim berbagai rasa dan juga soba.


Ada pun kuil yang terkenal di Prefektur Yamaguchi ini, yaitu Kuil Motonosumi yang terletak di tepi tebing di Kota Nagato. Kuil ini terkenal dengan deretan gerbang torii merah yang menghadap ke laut dan membentang sepanjang 100 meter. Dan, salah satu gerbang torii tersebut memiliki kotak persembahan yang terletak di bagian atasnya dimana wisatawan bisa mencoba melempar koin ke dalam kotak persembahan untuk mendapatkan keberuntungan sekaligus menikmati pemandangan laut. Dan satu lagi yaitu Kuil Rurikoji yang terkenal dengan pagoda kayu tiga tingkatnya dan patung Buddha di area aula utamanya yang indah.


Sumber gambar : JL-DB
Prefektur Yamaguchi juga mengadakan beberapa festival budaya seperti Festival Tanabata Lantern yang berlangsung setiap tahun pada awal Agustus, biasanya dari tanggal 6 hingga 7. Festival ini terkenal dengan ribuan lentera merah yang menghiasi jalanan kota, menciptakan suasana magis dan penuh warna. Penduduk dan pengunjung berjalan sambil membawa palu lentera yang dihiasi lampu serta jalan utama di pusat kota dan jalan menuju stasiun dihiasi seperti terowongan cahaya yang indah, yang tentunya akan memberikan pengalaman visual yang menakjubkan.
Festival lainnya ada Festival Fugu Shimonoseki yang diadakan di kota Shimonoseki setiap Februari untuk menandai kota sebagai pusat konsumsi ikan fugu (pufferfish) di Jepang. Festival ini menampilkan berbagai acara seperti perlombaan memakan fugu, pameran kuliner, dan parade. Selain itu, festival ini juga menampilkan pertunjukan budaya dan tradisional terkait ikan fugu, yang menjadi simbol kota Shimonoseki sendiri, selain itu masih banyak macam-macam festival lainnya yang tidak kalah menarik dan menambah pengalaman perjalanan kamu menjadi semakin asik.


Sumber gambar : JNTO
Hidangan lokal khas Prefektur Yamaguchi salah satunya adalah fugu (ikan buntal) yang bisa kamu nikmati dengan berbagai variasi diantaranya Fugu Sashimi yaitu berupa ikan buntal yang diiris tipis, memiliki teksturnya kenyal dan biasanya dinikmati dengan saus ponzu dan lobak parut. Atau dihidangkan sebagai Fugu Chiri, yaitu hot pot ikan buntal yang dimasak perlahan dalam kaldu rumput laut untuk mengeluarkan rasa umami. Bisa juga sebagai Karaage, ikan buntal yang digoreng renyah di luar dan lembut di dalam dan sering disajikan dengan perasan lemon. Musim terbaik untuk menikmati ikan buntal adalah musim dingin, dari November hingga Maret, terutama dari Desember hingga Februari ketika ikan tersebut paling gemuk.
Prefektur Yamaguchi memiliki dua bandara utama yang melayani penerbangan komersial yaitu Yamaguchi Ube Airport (UBJ) dan juga Iwakuni Kintaikyo Airport yang melayani penerbangan ke dan dari Bandara Haneda Tokyo dan Bandara Naha di Okinawa.
Tips Tambahan
Jika kamu ingin mengkonsumsi ikan buntal, kamu perlu berhati-hati, karena ikan buntal mengandung racun saraf yang bernama tetrodotoksin, maka hanya koki yang memiliki lisensi khusus yang diizinkan untuk menyiapkan ikan buntal di Jepang. Koki berlisensi harus menjalani pelatihan ekstensif untuk mempelajari cara menghilangkan bagian-bagian beracun dari ikan buntal dengan aman dan benar. Beberapa restoran terkenal untuk menikmati hidangan ikan buntal diantaranya, Fuku-no-seki, Shunpanro, Akama Fukutei, Fukudokoro Sakai.
Perpaduan sejarah dan keindahan alam wilayah Chugoku tentunya memberikan pengalaman petualangan yang mendebarkan sekaligus mengubah cara pandang tentang kehidupan bagaimana yang sudah dilalui terutamanya masyarakat Jepang sejak dahulu. Pastinya perjalanan kamu kali ini bukan hanya sekedar pengalaman biasa, melainkan penuh dengan kekuatan, inspirasi, dan transformasi.
Selanjutnya kita akan perkenalkan pesona “Wilayah Shikoku”. Seri Perjalanan Jepang untuk Indonesia – Vol.7 Shikoku Segera Hadir!
Details
NAME:Chugoku 中国
MAP